Apakah perawatan laser fraksional dan filler bekas luka dapat dilakukan bersamaan?

Joined: 3 years ago
Posts: 151
Topic starter  

Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat berbasis energi (EBD), termasuk sistem laser, radiofrequency microneedling (RF), dan microneedling, telah banyak digunakan untuk pengencangan kulit, remodeling kolagen, dan pengurangan jaringan lemak. Namun, interaksi antara modalitas ini dengan filler dermal berbasis asam hialuronat (HA) masih kompleks dan belum sepenuhnya dipahami, sehingga tetap menjadi area penelitian yang sedang berlangsung.

Studi terbaru menunjukkan bahwa terapi laser yang dilakukan pada periode awal pasca-injeksi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan degradasi filler HA, sementara studi lain melaporkan dampak yang minimal atau tidak signifikan. Variabilitas ini tampaknya bersifat multifaktorial dan terutama dipengaruhi oleh parameter seperti kedalaman penempatan filler, jenis dan pengaturan energi laser, serta interval waktu antar prosedur.

Dari perspektif fisikokimia, filler HA menunjukkan perilaku reologi yang bergantung pada suhu. Peningkatan paparan panas menyebabkan penurunan viskositas dan peningkatan mobilitas molekul. Pada suhu yang lebih tinggi, dapat terjadi gangguan pada jaringan HA yang terikat silang (cross-linked), yang mengakibatkan degradasi struktur dan percepatan resorpsi.

Selain efek termal, faktor mekanis juga perlu dipertimbangkan. Prosedur yang menimbulkan cedera dermal terkontrol—seperti microneedling, sistem berbasis RF, dan penetrasi jarum berulang—dapat berkontribusi terhadap peningkatan degradasi filler, terutama ketika HA ditempatkan pada lapisan dermis superfisial. Efek ini kemungkinan dimediasi oleh kombinasi gangguan mekanis, respons inflamasi, dan peningkatan degradasi enzimatik.

Sistem laser fully ablative berhubungan dengan cedera termal yang signifikan dan dapat menyebabkan degradasi yang bermakna pada filler HA yang ditempatkan secara superfisial. Sebaliknya, laser fraksional non-ablative menunjukkan efek yang bervariasi tergantung pada energi yang diberikan, kedalaman penetrasi jaringan, serta teknologi cross-linking dari produk HA yang digunakan. Dalam kondisi tertentu, perangkat ini dapat memengaruhi sebagian besar volume filler, dan dalam beberapa kasus, hampir seluruhnya.

Dari sudut pandang klinis, penentuan urutan terapi yang tepat sangat penting. Pada pasien yang menjalani terapi laser fraksional, umumnya direkomendasikan untuk menunda perawatan filler bekas luka berbasis HA selama minimal 2 bulan setelah selesai sesi laser, guna memungkinkan pemulihan jaringan dan meminimalkan risiko degradasi filler yang prematur.


This topic was modified 2 weeks ago by ScarLife

   
Quote

Leave a reply

Author Name

Author Email

Title *

Preview 0 Revisions Saved