Apakah ada risiko perpindahan (migrasi) filler setelah perawatan scar filler?

Joined: 3 years ago
Posts: 151
Topic starter  

Risiko migrasi (perpindahan) filler setelah perawatan scar filler sangat bergantung pada teknik yang digunakan, lapisan anatomi yang ditargetkan, serta karakteristik bahan yang disuntikkan.

Pada teknik mikroinjeksi yang dilakukan dengan jarum—terutama dalam penanganan bekas luka atrofik—asam hialuronat ditempatkan pada lapisan dermis superfisial dalam volume yang sangat kecil. Tujuan utama pendekatan ini adalah untuk mengangkat permukaan bekas luka agar sejajar dengan kulit sehat di sekitarnya serta memberikan dukungan struktural yang terlokalisasi. Pada lapisan dermis superfisial ini, filler tidak diharapkan menyebar ke area yang luas atau berpindah. Oleh karena itu, jika perawatan scar filler superfisial dilakukan dengan teknik yang tepat, tidak ada risiko migrasi filler.

Sebaliknya, jika injeksi dilakukan menggunakan kanula pada lapisan yang lebih dalam—terutama pada tingkat jaringan lemak subkutan—dan dengan volume yang lebih besar, terdapat potensi material untuk bergerak di dalam jaringan sekitarnya. Risiko ini terutama lebih relevan pada injeksi lemak, serta pada aplikasi dengan filler ber-viskositas tinggi atau volume besar, di mana peningkatan volume lokal dapat meningkatkan kemungkinan migrasi.

Sebagai kesimpulan, risiko migrasi filler setelah perawatan scar terutama ditentukan oleh teknik injeksi, kedalaman aplikasi, dan karakteristik bahan yang digunakan. Pada aplikasi dermal superfisial dengan volume rendah dan berbasis teknik mikroinjeksi, risiko migrasi tidak ada.



   
Quote

Leave a reply

Author Name

Author Email

Title *

Preview 0 Revisions Saved